Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Bontang – Polres Bontang gelar syukuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin langsung Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, S.I.K., M.Si.
Syukuran ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemenuhan gizi yang terstruktur dan berkelanjutan. Kehadiran dapur SPPG di lingkungan Polres Bontang diharapkan menjadi bagian dari penguatan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sambutannya, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Program ini telah menyerap sekitar 50 relawan di setiap dapur SPPG. Di Kota Bontang ditargetkan terdapat 28 unit SPPG, yang secara keseluruhan akan menyerap kurang lebih 1.400 tenaga kerja lokal. Ini tentu menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan SPPG bukan sekadar pembangunan fisik atau penambahan fasilitas gedung, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam meningkatkan kualitas pembinaan internal dan mendukung profesionalisme personel.
“SPPG ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas kepolisian di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Melalui dukungan terhadap program pemenuhan gizi, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita sebagai simbol peresmian, dilanjutkan dengan inspeksi langsung ke fasilitas dapur untuk memastikan kesiapan operasional.
Adapun sejumlah poin penting dari pelaksanaan program SPPG dan MBG di Kota Bontang antara lain:
Target total 28 unit SPPG di Kota Bontang, dengan 18 unit telah terealisasi.
SPPG Polres Bontang telah resmi terdaftar di portal BGN Pusat.
Program MBG menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja lokal dan memberdayakan pelaku UMKM.
Target penerima manfaat mencapai 55.000 siswa di seluruh Bontang, dengan 35.000 siswa telah menerima manfaat.
Sistem tata kelola menggunakan sistem rolling (bergiliran) guna menjaga keadilan ekonomi dan memperluas pemberdayaan UMKM lokal.
Dengan hadirnya SPPG di Polres Bontang, diharapkan manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para siswa sebagai penerima utama, tetapi juga oleh pelaku usaha mikro dan masyarakat sekitar.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bontang.
Humas Polda Kaltim
