Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Operasi Keselamatan Mahakam Tahun 2026 yang digelar selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, resmi telah selesai. Pelaksanaan operasi yang melibatkan Satgas Polda Kalimantan Timur bersama seluruh Polres jajaran tersebut menunjukkan capaian positif dengan tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Kaltim.
Berdasarkan hasil data analisa dan evaluasi (Anev) yang telah dihimpun, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama Ops.Keselamatan Mahakam 2026 tercatat menurun sebesar 38 persen dibandingkan periode operasi yang sama pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap tertib berlalu lintas.
Dari sisi korban, data menunjukkan tren penurunan pada korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Secara keseluruhan, dampak fatalitas kecelakaan dapat ditekan melalui kombinasi kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang dilaksanakan secara masif dan terukur di seluruh wilayah hukum Polda Kaltim.
Pada kegiatan preemtif, Polda Kaltim bersama Polres jajaran mencatat lonjakan signifikan. Penyuluhan dan edukasi keselamatan berlalu lintas meningkat sebanyak 23.283 kegiatan, sementara penyebaran serta pemasangan media imbauan keselamatan naik 30.657 kegiatan. Capaian ini menegaskan fokus operasi pada upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat luas, pelajar, komunitas, hingga pengguna jalan.
Sementara itu, kegiatan preventif berupa pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) juga mengalami peningkatan signifikan, yakni 13.946 kegiatan atau naik 68 persen. Kehadiran personel di titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan pelanggaran (trouble spot) dinilai efektif dalam menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Di bidang penegakan hukum (gakkum), jumlah penindakan tilang tercatat 1.488 perkara, turun 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat, didukung dengan pendekatan humanis melalui teguran yang juga mengalami penyesuaian sesuai karakteristik wilayah masing-masing Polres.
Pelaksanaan Ops.Keselamatan Mahakam 2026 secara umum berjalan dengan baik dan efektif. Meski demikian, Polda Kaltim memberikan penekanan agar Polres yang masih mencatat kejadian kecelakaan maupun penurunan aktivitas tertentu dapat meningkatkan kembali langkah preemtif, preventif, dan gakkum sesuai dengan anatomi kecelakaan di wilayahnya masing-masing.
Melalui hasil ini, diharapkan budaya tertib berlalu lintas yang telah terbentuk selama operasi dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kalimantan Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.
Humas Polda Kaltim

